di Dimensi Ontologis dalam Filsafat Kebangsaan
hakikat dan struktur dimensi ontologis pancasila, dimensi ontologis pancasila, keterkaitan dimensi ontologis pancasila dengan ontologi
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v6i01.312Keywords:
ontologi pancasila, filsafat pancasila, ideologi negaraAbstract
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup rakyat Indonesia tidak hanya memiliki fungsi dalam aturan dan politik, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam, terutama pada bagian ontologis. Dimensi ontologis Pancasila berkaitan dengan cara memahami hakikat keberadaan manusia, masyarakat, dan kehidupan bersama yang didasarkan pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, gotong royong, dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat serta struktur dimensi ontologis Pancasila dan relevansinya dalam kehidupan bangsa masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, dengan sumber data berupa buku tentang filsafat Pancasila, artikel jurnal ilmiah, serta karya akademik yang terkait. Data dianalisis melalui pendekatan kualitatif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila merupakan sistem filsafat yang memiliki ontologi khas, yaitu memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki dua sifat individual dan sosial serta menganggap nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Pemahaman ontologis terhadap Pancasila sangat penting agar Pancasila tidak hanya dilihat sebagai simbol aturan saja, tetapi juga bisa diterapkan dalam menghadapi tantangan modern seperti krisis identitas, pergeseran nilai, dan keping-kepingan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian ontologis Pancasila agar Pancasila tetap menjadi sistem filsafat bangsa yang hidup dan mampu memantulkan kondisi sosial saat ini.
References
Arifin, Syamsul, Agus H. Sulistiyono, Reksoprodjo Fauzia, and Gustarina Cempaka. 2023. “Pancasila Sebagai Asal Mula Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia.” Jurnal Kewarganegaraan 7(2):h. 2505.
Hardiyanto, Lutfi, A. Irawatie, and Saryono Saryono. 2025. “Relevansi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Mengasah Kritisisme Masyarakat Modern.” Jurnal Citizenship Virtues 5(1):47–61. doi:10.37640/jcv.v5i1.2274.
Jafar, Muslim, and Devy Aisyah. 2022. “Muslim Jafar 1 , Devy Aisyah 2 , Amrina 3.” 2338(4):13–34.
Muin, F. 2022. “Tektualitas Dan Kontektualitas Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Berbangsa.” Jurnal Kewarganegaraan 6(2):4109–13. http://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/3658.
Pristiwiyanto. 2021. “Pancasila Dalam Kajian Filsafat :” Jurnal Pendidikan Agama Islam 1(2):253–62.
Si Pujiati, and Ilyya Muhsin. 2020. “Http://Journal.Umpo.Ac.Id/Index.Php/JPK/Article/View/2187.” Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 5(2):13–22. doi:10.24269/jpk.v5.n2.2020.pp13-22.
Suharno. 2017. “Urgensi Revitalisasi Pancasila Dalam Membangun Karakter Kebangsaan Suharno.” Journal 2(1):23–33. doi:10.24269/jpk.v5.n1.2020.
Sulianti, Ani, Yusuf Efendi , and Halimatus Sa’. 2020. “JPK : Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan (Print) Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Lembaga Pendidikan.” JPK: Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 5(1):54–65. doi:10.24269/jpk.v5.n1.2020.
Tunjung Bayu Sinta, Hanifah. 2019. “JPK : Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan.” Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 4(1):65–77.
Vitanka, Potrika Janno. 2023. “Ontological Relations of the 1945 Basic Act as the Constitution with Pancasila as the State Ideology.” Berumpun: International Journal of Social, Politics, and Humanities 6(2):139–53. doi:10.33019/berumpun.v6i2.116.
Wira Ramdhani, Supriyo. 2021. “Analisis Linguistik Pancasila Berdasarkan Epistemologi, Ontologi, Dan Aksiologi.” Metalanguage: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra Indonesia 2(02 Oktober). doi:10.56707/jmela.v2i02/2021/10.72.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cepi Ridwan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.





