NILAI-NILAI BUDAYA DALAM ANTOLOGI CERITA RAKYAT 33 PROVINSI KARYA YUSTITIA ANGELIA
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v5i05.130Kata Kunci:
Nilai Budaya, Antologi Cerita Rakyat 33 ProvinsiAbstrak
Kebudayaan termasuk hal yang penting untuk pendidikan anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Di era sekarang kebudayaan mulai luntur dan perlahan menghilang. Generasi sekarang mulai awam dengan cerita rakyat sehingga dengan adanya analisis buku Cerita Rakyat 33 Provinsi ini peneliti berharap generasi muda dapat memahami isi dari cerita serta amanat yang terkandung dalam cerita rakyat 33 Provinsi.
Peneliti ingin menganalisis terhadap nilai budaya yang terkandung dalam antologi cerita rakyat nusantara, terutama cerita rakyat yang berada di 33 Provinsi di Indonesia. Dalam hal ini nilai budaya dalam teori Lantini yaitu nilai budaya didaktik, nilai budaya etika, dan nilai budaya religius melekat dalam masyarakat dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan nilai budaya dalam Antologi Cerita Rakyat 33 Provinsi. Jadi, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena berupa kata-kata tertulis yang diamati serta tidak berhubungan dengan angka-angka.
Hasil Peneliytian menunjukkan bahwa terdapat Nilai – Nilai Budaya yaitu nilai didaktik yang banyak terdapat dalam cerita Malin Kundang dan Legenda Batu Menangis. Nilai etika banyak terdapat dalam cerita Sangkuriang Sakti. Sedangkan nilai religius banyak terdapat dalam cerita Malin Kundang dan Putri Niweri Gading.
Kata kunci : Nilai Budaya, Antologi Cerita Rakyat 33 Provinsi
Referensi
Abu, Ahmadi. 2009. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.
Angelia, Yustitia. 2010. Kumpulan Cerita Rakyat 33 Provinsi. Surakarta: Lingkar Media
Atmosuwito, Subijantoro. 2010. Perihal Sastra dan Religiusitas dalam Sastra.
Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Barthes, Roland. 2006. Mitologi (terjemahan). Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Daen, Hans J. 2008. Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Danandjaja, James. 2007. Foklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Bumi Aksara
Herusatoto, Budiono.2012. Mitologi Jawa. Depok:ONCOR.
Hartoko, Dick. 1986. Pengantar Ilmu Sastra (Terjemahan). Jakarta: Gramedia.
Hutomo, Suripan Sadi. 1991. Mutiara yang Terlupakan. Jatim: Himski Komisariat.
K. Bertens. 2011. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kamidjan. 2003. Mitologi dan Unsur Sugesti Naskah Babad Bedahing Mangir. Surabaya: UNESA University Press.
Koentjaraningrat. 1965. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Universitas.
Koentjaraningrat. 1983. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Lantini, Susi Endah. 1997. Refleksi Nilai-Nilai Budaya Jawa dalam Serat. Jakarta: Dekdipbud.
Moleong, Lexy J. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Notonagoro. 1975. Pancasila Secara Ilmiah Populer. Jakarta: Pantjuran Tujuh
Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Retnoningsih, Ana dan Suharsono. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya
Saputro, Wira. 2011. Nilai Budaya, Sistem Nilai dan Orientasi Nilai Budaya. Jakarta: Grafindo.
Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2010. Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Soekanto, Soerjono. 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Sudikan, Setya Yuwana. 2007. Antropologi Sastra. Surabaya: Unesa University Press.
Supratno, Haris. 2010. Sosiologi Seni. Surabaya: Unesa University Press.
Tondowidjojo, Jhon. 1992. Etnologi dan Pastoral di Indonesia. Flores: Nusa Indah
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Mu’minin, Ida Sukowati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.