Makna Mode dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v5i05.132Keywords:
Representasi, identitas, mode, filmAbstract
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk sebuah film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Buya Hamka. Film ini tidak terlepas dari ornamen-ornamen atau aksesoris untuk mendeskripsikan adat Minangkabau, salah satunya adalah mode. Mode yang digunakan tokoh Hayati dan Zainuddin membuat peneliti tertarik untuk meneliti mode yang digunakan oleh dua tokoh tersebut. Adapun permasalahan yang dikaji adalah 1) Bagaimana kode pakaian tokoh Zainuddin dan Hayati dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk? 2) Bagaimana representasi identitas tokoh Zainuddin dan Hayati melalui mode dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk?
Artikel ini akan menggunakan teori semiotik Roland Barthes dan didukung oleh teori Fred Davis. Teori ini digunakan untuk mengungkapkan kode pakaian dan makna dari sebuah mode. Mode bukan sekadar penutup tubuh, aksesoris, dan hiasan, tetap melalui mode seseorang dapat dapat merepresentasikan identitas dirinya. Terlebih lagi mode dapat dijadikan alat untuk mengeskpresikan dan mengomunikasikan diri misalkan, pedeskripsian karakter dan status sosial yang dimiliki individu atau kedua tokoh tersebut. Apalagi tokoh Zainuddin dan Hayati berbeda status sosial dan adat
References
Barthes, Roland. 1983. The Mode System. New York: Hill and Wang.
Danesi, Marcel. 2010. Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Davis, Fred. 2012. Mode, Culture, and Identity. Chicago: University of Chicago Press.
Monaco, James. 1977. How to Read a Film. New York: Oxford University Press
Sobur, Alex. 2009. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remajarosdakarya.
Tuner, Graeme. 1988. Film as Social Practice. London: Routledge
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Masitha Nur Ayu Tri Gemilang, Moch Hendy Bayu P

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.





