PENERAPAN METODE KOOPERATIF MODEL TAPPS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA

Authors

  • SULTONI SMA Negeri 13 Surabaya

Keywords:

Fisika, Metode kooperatif, TAPPS

Abstract

Pembelajaran Kooperatif model TAPSS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) adalah pembelajaran dimana siswa diminta menyelesaikan permasalahan yang mereka diberikan  secara berpasangan, dimana satu anggota pasangan tersebut menjadi pemecah permasalahan sedangkan yang lainnya menjadi pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan pengaruh penerapan metode kooperatif  model TAPPS pada motivasi belajar siswa. Terdapat tiga siklus dan setiap putarannya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, kegiatan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil nilai ulangan harian siswa dan lembar observasi pada belajar mengajar, hasil ketuntasan belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I hingga siklus III, yaitu siklus I (68,75%), siklus II (81,25%), dan siklus III (90,63%). Dengan demikian, dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas X.IPA.4 SMAN 13 Surabaya dan dapat juga digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran fisika.

References

Ali, M. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Ali Yaz, M. 2007. Fisika SMA kelas X. Jakarta: Yudhistira.

Arikunto, S. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, S. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, A. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

MGMP Fisika, 2019. Buku Pintar Belajar Fisika X. Surabaya: Sagufindo Kinarya.

Combs. A. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.

Dahar, R.W. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Jakarta. Balai Pustaka.

Djamarah, S. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Felder, R. M. 1994. Cooperative Learning in Technical Course, (online).

Hadi, S. 1981. Metodogi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yoyakarta.

Hamalik, O. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

KBBI. 2008. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia..

Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Victoria: Deakin University Press.

Kanginan, M, 2006. Seribu Pena Fisika kelas X. Jakarta : Erlangga

Margono, S. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.

Mursell, J ( - ). Succesfull Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nur, Muhammad. 1996. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

Purwanto, N. 1988. Prinsip-prinsip dan Teknis Evaluasi Pengajaran. Bandung. Remaja Rosda Karya.

Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Soekamto, T. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.

Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya Usaha Nasional.

Sudjana, N dan Ibrahim. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.

Surakhmad, W. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.

Syah, M. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar. (terjemahan) Bandung: Jemmars.

Downloads

Published

31.01.2021

How to Cite

SULTONI. (2021). PENERAPAN METODE KOOPERATIF MODEL TAPPS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA. WIDYALOKA, 8(1), 53–64. Retrieved from https://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/widyaloka/article/view/60