Kearifan Universal dalam Perspektif Realisme Religius Comenius
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v3i03.86Kata Kunci:
Pendidikan, Realisme, Filsafat BahasaAbstrak
John Amos Comenius dengan gagasannya seputar kearifan universal, pengetahuan, dan pendidikan. Comenius dikenal sebagai tokoh realisme religius dan pendidikan modern. Suatu jalinan pola yang saling terkait. Realisme adalah suatu aliran filsafat yang memiliki cakupan luas. Realisme adalah pandangan bahwa semua benda atau objek indera adalah nyata dan berada sendiri, tanpa bersandar kepada pengetahuan lain atau kesadaran akal. Tujuan utama pendidikan moral adalah untuk keselamatan jiwa. Anak harus mampu belajar menjaga hati dalam dirinya dan menjauhi dosa. Tuhan akan menawarkan keselamatan bagi makhluk-Nya, dan makhluk-Nya harus bisa menentukan apakah akan menerima atau tidak tawaran tersebut. Hal ini akan menyebabkan kebiasan dalam membuat keputusan yang benar.
Comenius melihat pendidikan sebagai daya pemersatu umat manusia. Ia yakin bahwa karakter atau pendidikan universal dapat turut memelihara perdamaian dunia. Ia juga mengaitkan pengetahuan keilahian dan percaya dengan memperoleh pengetahuan, umat manusia pada akhirnya diarahkan kepada Allah. Comenius juga menulis tentang caranya memimpin pengajaran, ia menulis, “Para siswa hendaknya tidak terlalu dibebani dengan pelajaran yang tidak cocok dengan usia, daya pemahaman, dan keadaan pada saat itu”. Gagasan pendidikan Comenius meliputi: pendidikan untuk semua orang, belajar itu bersifat alami, belajar dengan tahapan mudah, belajar dengan bermain, dan belajar sepanjang hayat
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Teguh Wibowo, Novita Rully A

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.