KOMUNITAS WOTAGEI SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS DAN EKSISTENSI FANATISME
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v3i03.85Kata Kunci:
Komunitas, Wotagei,, Eksistensi, FanatismeAbstrak
Di tengah arus zaman semakin maju dan berkembang, yang ditandai dengan adanya sebuah teknologi yang dapat dikonsumsi secara luas oleh masyarakat. Teknologi merujuk kepada pesatnya sosial media yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi. Mulai dari Kaskus, facebook, twitter, instagram, youtube, dan lainnya. Melalui cyberspace dan media sosial seseorang dapat melihat idolanya dari berbagai penjuru dunia. Terlebih anak muda yang menggandrungi sesuatu, mereka akan mencari seluk beluk para idolanya. Melalui media sosial inilah sebagai bentuk wadah dan komunikasi mereka untuk berinteraksi dengan para idolanya dan mencari tahu karya dari para idolanya. Jika dilihat tentu budaya Jepang ini jauh berbeda dengan budaya Indonesia. Meskipun demikian, tidak sedikit yang mengonsumsi budaya Jepang, hingga muncullah para fandom (penggemar) yang terkadang mereka membentuk sebuah komunitas sehingga mereka dapat bertukar pikiran maupun berbagi kegiatan bersama anggota komunitasnya yang sama-sama menggemari idol grup. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, peneliti tertarik untuk membahas fandom dari sisi identitasnya dan menujukkan eksistensi mereka dalam dunia fandom. Oleh karena itulah, jurnal ini berjudul “Komunitas Wotagei sebagai Representasi Identitas dan Eksistensi Fanatisme”.
Referensi
, Abidin, Zainal. 2014. Filsafat Manusia Memahami Manusia Melalui Filsafat. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Anggara, Rangga dan Ika Febrian Kristiana. 2017. Pengalaman Fanatisme pada Penggemar AKIHABARA (AKB) Grup. Jurnal Empati. Vol 6 No. 2.
Barker, Chris. 2003. Kamus Kajian Budaya. Yogyakarta: Kanisius.
Graham, Helen. 2005. Psikologi Humanistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hall, Stuart. 1990. Cultural Identity and Diaspora. Landon: SAGE Publication.
Ida, Rachma. 2016. Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Kencana.
Kusuma, Eka Putri Ayu Dita. 2011. Hibriditas dalam Pembentukan Budaya Penggemar (Studi Etnografi Tentang Budaya Penggemar pada Fandom VIP Malang). Vol 19 No. 2.
Surajiyo. 2005. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Pitchler, E. A., dan Hemetsberger, A. 2007. Hopelessly Devoted to You-Towards an Extended Conseptualization of Consumer Devotion. http://acrwebsite.org/volumes/12759/volumes/v34/NA-34. Diunduh pada tanggal 4 Desember 2021.
Prabowo, Aditya Ari. 2008. Konstruksi Budaya. (Online) http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/127003-RB11P361ki-Konstruksi%20identitas-Abstrak.pdf. Diakses tanggal 4 November 2021.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Moch. Hendy Bayu Pratama, Zaenal Arifin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.