GEJALA BAHASA PADA BAHASA BANJAR DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v4i01.178Kata Kunci:
Bentuk Kata, Bahasa Banjar, Media Sosial, FacebookAbstrak
Penelitian ini mengkaji Gejala Bahasa Bahasa Banjar pada media sosial facebook edisi November 2020. Bahasa ini sangat menarik karena terdapat perubahan bentuk kata secara adaptasi fonologis dan adaptasi morfologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan bentuk kata adaptasi fonologis pada bahasa Banjar dalam media sosial facebook edisi November 2020 dan menganalisis perubahan bentuk kata adaptasi morfologis pada bahasa Banjar dalam media sosial facebook edisi November 2020.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian sebuah media sosial khususnya pada beranda facebook . Sumber data dan data penelitian berupa kata yang mengalami perubahan bentuk kata dalam adaptasi fonologis dan adaptasi morfologis pada sebuah media sosial facebook khusus bagi pengguna bahasa Banjar. Pengambilan data dilakukan dengan cara screenshoot status-status yang berada di beranda facebook dan transkip video khusus yang menggunakan Bahasa Banjar. Tahap analisis data sesuai dengan bentuk perubahan adaptasi fonologis dan adaptasi morfologis, kemudian disimpulkan sesuai dengan rumusan masalah.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk perubahan kata secara adaptasi fonologis dan adaptasi morfologis. Peneliti menemukan data adaptasi fonologis seperti mamakan, jua, urang, bearti, ketauan, dan lain sebagainya. Sedangkan dengan adaptasi morfologis seperti hundang, karing, kapapanasan, nang, bari rajaki, dan lain sebagainya. Peneliti menyimpulkan bahwa Bahasa Banjar ini bisa digunakan sesuai dengan tempat yang memahami penggunaan Bahasa tersebut
Referensi
Arifin, Zaenal dan Junaiyah. 2009. MORFOLOGI Bentuk, Makna, dan Fungsi. Jakarta: PT Grasindo.
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.
Djajsudarma, Fatimah. 2010. Metode Linguistik. Bandung: PT Refika Aditama.
Harahap, Machyudin Agung dan Susri Adeni. (2020). Tren Penggunaan Media Sosial Selama Pandemi Di Indonesia. Jurnal Professional FIS UNIVED, 7 (2). (Online). (http://jurnal.unived.ac.id/index.php/prof.article/view/1273), diakses 15 Juli 2021.
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich, Masnur. 2011. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Putri, Niluh Wiwik Eka. 2018. Peran Facebook Sebagai Media Komunikasi pada Organisasi Sisya Veda Sastra. Maha Widya Duta 2 (3). (Online). (http://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/duta/article/view/666/0). Diakses 12 Juli 2021.
Ratnamulyani, Ike Atikah dan Beddy Iriawan Maksudi. 2018. Peran Media Sosial dalam Peningkatan Partisipasi Pemilih Pemula Dikalangan Pelajaran di Kabupaten Bogor. Sosiahumaniora – Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora 20 (2). (Online). (http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/13965). Diakses 15 Mei 2021.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Mu’minin Muminin, Endahsari Endahsari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.