Seni Komunikasi Santri Gontor; Dialek Indonesia yang di-Arabkan
DOI:
https://doi.org/10.56707/jmela.v1i01/2021/03.17Kata Kunci:
bahasa, isyarat, komunikatorAbstrak
Bahasa merupakan faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat. Bukan hanya salah satu kelebihan yang dimiliki manusia dari makhluk lainnya, bahasa juga digunakan sebagai alat komunikasi. Meskipu bahasa memiliki berbagai macam bentuk, sepertihalnya bahasa tubuh, bahasa isyarat, bahasa tanda dan lain sebagainya, namun bahasa yang paling mudah difahami adalah bahasa verbal. Mungkin, ketika seorang laki-laki mengungkapkan perasaan cintanya kepada wanita idaman hanya dengan perhatian dan juga simbol-simbol, itu akan sulit dipahami. Tetapi, ketika dia langsung mengucapkan ‘I love you’ secara langsung dia akan mengetahui dan memberi tanggapan atas cintanya. Ini menunjukan bahwa bahasa verbal lebih mudah dipahami daripada bahasa isyarat. Sayangnya, dalam tradisi bahasa verbal, komunikasi akan terhambat jikalau antara komunikator dan komunikan memiliki jenis bahasa yang berbeda. Alhasil, tema yang akan dibicarakan menjadi kabur bahkan menimbulkan kesalah pahaman. Jadi, persamaan jenis bahasa menjadi titik tekan agar komunikasi berjalan dengan lancer.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Asep Rifqi Abdul Aziz

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Metalanguage berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap menggunakan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.