STUDI EKOLOGI: FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI INDONESIA (ANALISIS LAPORAN RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2018)

Authors

  • ADELINA PRATIWI Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • MURSYIDUL IBAD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Keywords:

Berat Badan Lahir Rendah, Usia Kehamilan <37 minggu, Komplikasi Kehamilan, ANC

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kematian neonatal atau Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan data berskala nasional dan subjek dalam penelitian ini tidak merasa diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian analisis ekologi dari data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 dengan desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu saat melahirkan pada anak usia 0-59 bulan. Analisis bivariat pada penelitian ini untuk melihat keeratan hubungan dengan menggunakan uji pearson dan melihat nilai signifikansi, sedangkan analisis multivariat penelitian ini untuk melihat keeratan hubungan yang dominan dari beberapa variabel yang sudah ditentukan dengan menggunakan uji  pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadaian BBLR adalah komplikasi kehamilan (r = 0,01). Hasil analisis multivariat terdapat 3 faktor yang berperan terhadap terjadinya BBLR, yaitu usia kehamilan premature (<37 minggu), komplikasi kehamilan dan antenatal care (ANC), dengan faktor yang paling dominan adalah komplikasi kehamilan (r = 43%). Berdasarkan hasil tersebut penulis menyarankan agar dilakukan peningkatan ketrampilan petugas dalam upaya deteksi risiko ibu hamil, memberikan informasi kesehatan dan pengisian buku KIA secara rutin. Ibu diharapkan segera melakukan pelayanan sedini mungkin. Hendaknya ibu hamil dan ibu yang merancanakan persalinan melakukan pada kurun umur produksi sehat.

References

Aisyah, R. D., Rusmariana, A., & Mujiati, D. (2015). Frekuensi Kunjungan ANC (Antenatal Care) Pada Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 8(2).

Akbari, Z., Mansourian, M., & Kelishadi, R. (2015). Relationship of the intake of different food groups by pregnant mothers with the birth weight and gestational age: Need for public and individual educational programs. Journal of education and health promotion, 4.

Carolina, M., Hidayatullah, T., & Wulandari, S. (2019). Perkembangan Pembangunan Sarana, Prasarana, dan Indikator Kesehatan. Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

De Onis, M., Borghi, E., Arimond, M., Webb, P., Croft, T., Saha, K., . . . Krasevec, J. (2019). Prevalence thresholds for wasting, overweight and stunting in children under 5 years. Public health nutrition, 22(1), 175-179.

Ekaningrum AY, A. I., Prasetyo SB, & Raharja MB. (2012). Hubungan komplikasi kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Indonesia.

Fatimah, N., Utama, B. I., & Sastri, S. (2018). Hubungan antenatal care dengan kejadian bayi berat lahir rendah pada ibu aterm di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 615-620.

Hasriyanti. (2018). Analisis Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian (BBLR). Jakarta.

Indrasari, N. (2016). Faktor resiko pada kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 8(2), 114-123.

Jornayvaz, F. R., Vollenweider, P., Bochud, M., Mooser, V., Waeber, G., & Marques-Vidal, P. (2016). Low birth weight leads to obesity, diabetes and increased leptin levels in adults: the CoLaus study. Cardiovascular diabetology, 15(1), 1-10.

Kusumawati, E. (2017). A systematic review againts risk factors on the low-weight birth incidence in Indonesia. Journal of Health Science and Prevention, 1(1), 38-44.

Mahumud, R. A., Sultana, M., & Sarker, A. R. (2017). Distribution and determinants of low birth weight in developing countries. Journal of preventive medicine and public health, 50(1), 18.

Manuaba, I., Manuaba, I., & Manuaba, I. (2009). Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta, EGC.

Mawaddah, S., & Muhtar, C. M. (2018). Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Terhadap Berat Lahir Bayi Di Kota Palangka Raya. MMJ (Mahakam Midwifery Journal), 3(2), 230-240.

Rahfiludin, M. Z., & Dharmawan, Y. (2018). Risk factors associated with low birth weight. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 13(2), 75-80.

Sondari, F. (2006). Hubungan Beberapa Faktor ibu dengan kejadian BBLR dirumah Sakit Umum Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Ula, Z. (2019). Pentingnya Nutrisi Bagi Ibu Hamil. Nutritional Education and Councelling Provided During Pregnancy: Effect on Maternal, Neonatal and Child Health Coutcomes Pediatric and Perinatal Epidemiology, 26(1).

Verma, S., & Shrivastava, R. (2016). Effect of maternal nutritional status on birth weight of baby. Int J Contemp Med Res, 3(4), 943-945.

Yanuaria, M. R., & Wulandari, R. D. (2013). Utilization improvement of antenatal care based on voice of the customer. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia.

Published

26.07.2023

How to Cite

ADELINA PRATIWI, & MURSYIDUL IBAD. (2023). STUDI EKOLOGI: FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI INDONESIA (ANALISIS LAPORAN RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2018). WIDYALOKA, 10(2), 181–190. Retrieved from http://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/widyaloka/article/view/153

Issue

Section

Articles