http://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/issue/feedJournal of Education and Research2026-06-30T01:24:28-07:00Journal of Education and Researchjedarr.ikipwidyadarma@gmail.comOpen Journal Systems<p>Journal of Education and Research adalah Jurnal multidisipliner yang diterbitkan oleh IKIP Widya Darma Surabaya dengan frekuensi terbitan 2 kali setahun yakni pada bulan Juni dan Desember. Semua publikasi di jurnal JEDARR bersifat akses terbuka membuat artikel terbuka secara bebas online</p>http://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/article/view/333SIGNIFIKANSI DORONGAN MEMPEROLEH ILMU DAN PENGUASAAN DIRI TERHADAP TINGKAT PENCAPAIAN MATEMATIKA2026-06-18T00:41:37-07:00Dias Arti Indriyaniindriyaniarti02@gmail.comSri Rejeki Puri Wahyu Pramesthipurisrpwp@gmail.comRudi Antoniusrudiantonius.iwida@gmail.com<p>Proses pengkajian disini untuk pemberian informasi terkait signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik yang mana memiliki kategori pengkajian kuantitatif. Dalam pengkajian kuantitatif ini terdapat besaran bagian kecil yang diambil dari populasi sebanyak 41 anak didik. Alat ukur dalam pengkajian ini, yang pertama menggunakan evaluasi sesuatu usaha dari pencapaian matematika. Kedua, daftar beberapa pertanyaan yang dibuat secara tertulis yang digunakan untuk menghimpun informasi berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Berbagai prosedur dalam menghimpun informasi di dalam pengkajian ini yakni mekanisme yang sistematis dalam mencapai tujuan dari kegiatan evaluasi usaha dari pencapaian matematika, dan mekanisme menghimpun informasi dikhususkan dalam hal melihat sesuatu dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Yang mana sesuatu yang diperoleh dalam pengkajian disini mengindikasikan bahwa dorongan memperoleh ilmu sebesar 43,59 dan penguasaan diri sebesar 40,17 masuk kategori sedang pada senarai pengkategorian dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Sedangkan, sesuatu usaha keterkaitan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap pencapaian matematika yaitu rxy = 0,704. Sehingga dapat dituliskan bahwa signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik masuk klasifikasi atau kategori kuat. Hal ini berlandaskan dari sesuatu informasi ANOVA di dalam Regression dengan besaran 2,323 yang mana hasil ini regresinya lebih besar dari alphanya 0,05. Rerata yang diinformasikan sebesar 96% mengidentifikasi dorongan memperoleh ilmu menentukan penguasaan diri, sisanya dari berbagai faktor lainnya. Kesimpulan yang dapat dituliskan, tampak bahwa memiliki signifikansi positif pada dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik.</p>2026-06-30T00:00:00-07:00Copyright (c) 2026 Journal of Education and Researchhttp://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/article/view/336STUDI FENOMENOLOGI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN ANALISIS REAL2026-06-27T23:59:21-07:00Nawang Wulannawangmath@gmail.comIra Wulan Sarisheira.ws@gmail.comFanny Adibahfany8799@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa pendidikan matematika dalam memaknai pembuktian pada mata kuliah Analisis Real. Fenomena ini penting karena pembuktian menandai transisi dari matematika prosedural menuju matematika formal, abstrak, dan deduktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan data yang merepresentasikan hasil wawancara mendalam, observasi perkuliahan, serta analisis dokumen tugas mahasiswa. Partisipan adalah delapan mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP Widya Darma Surabaya yang sedang atau telah menempuh Analisis Real. Data dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif untuk menemukan pola makna dari pengalaman mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan empat tema utama, yaitu mahasiswa merasa asing dengan simbol dan definisi yang digunakan, merasa bingung saat harus memulai sebuah pembuktian, mengalami konflik antara menghafal pola bukti dengan benar-benar memahaminya, serta akhirnya mengalami perubahan cara pandang bahwa bukti dipahami bukan sekadar hafalan, melainkan sebagai cara berpikir dalam matematika. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuktian dalam Analisis Real bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan pengalaman epistemik, afektif, dan reflektif yang membentuk kesadaran matematis mahasiswa sebagai calon guru. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman baru mengenai proses terbentuknya kesadaran matematis mahasiswa ketika mereka menegosiasikan keterasingan, kebuntuan, dan strategi hafalan menuju pemaknaan bukti sebagai cara berpikir. Implikasinya, dosen pengampu Analisis Real perlu merancang pembelajaran yang menampilkan proses pemaknaan definisi dan konstruksi bukti secara eksplisit, sedangkan program studi pendidikan matematika dapat menggunakan temuan ini sebagai dasar untuk memperkuat kurikulum berbasis pembuktian sejak semester pertama.</p>2026-06-30T00:00:00-07:00Copyright (c) 2026 Journal of Education and Researchhttp://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/article/view/335DEVELOPMENT OF LEARNING VIDEO MEDIA ON FINANCIAL SERVICES INSTITUTION MATERIALS TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES2026-06-24T02:44:32-07:00Ainur Rochmah Ashfiyantiainurrochmah.20042@mhs.unesa.ac.idPutri Ulfa Kamaliaputrikamalia@unesa.ac.id<p>The purpose of this study was to analyze the feasibility of video learning media, its effectiveness in improving student learning outcomes, and its practicality. This type of research is Research and Development (R&D). The 4D development model was used and implemented only up to the Develop stage. The trial design used was a One-Group Pretest-Posttest design. The research subjects were 36 students from grade X-5 and a team of experts. This research was conducted at SMAN 21 Surabaya. The validation results for the material aspect were 85%, the presentation aspect 87%, the design aspect 84%, and the graphics aspect 83%; thus, the video learning media was declared very feasible for use. The average student learning outcome after treatment with video learning media increased by 34, and the N-Gain test yielded an average of 0.84; thus, the video learning media was declared effective in improving student learning outcomes in the high category. The results of the practicality questionnaire showed an average of 96%, indicating that the video learning media was very practical to use. The results of the study indicate that learning video media is very feasible, effective in improving student learning outcomes, and very practical to use.</p>2026-06-30T00:00:00-07:00Copyright (c) 2026 Journal of Education and Researchhttp://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/article/view/332SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) : PENGARUH KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP HASIL BELAJAR2026-06-18T00:44:15-07:00Alya Naura Putra Pratamaalya.19026@mhs.unesa.ac.idEka Hendi Andriansyahekaandriansyah@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar siswa berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode <em>Systematic Literature Review (SLR) </em> dengan mengacu pada tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan included. Sumber artikel diperoleh melalui database Google Scholar dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2019–2025. Dari 35 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi cenderung lebih aktif dalam pembelajaran, mampu berkomunikasi secara efektif, bekerja sama dalam kelompok, serta membangun hubungan sosial yang baik dengan guru maupun teman sebaya. Kemampuan tersebut mendukung peningkatan partisipasi dalam belajar, pemahaman materi, dan pencapaian akademik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar bersifat konsisten dalam berbagai konteks pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif.</p>2026-06-30T00:00:00-07:00Copyright (c) 2026 Journal of Education and Researchhttp://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/article/view/337PERSPEKTIF HUKUM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG BERDASARKAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA2026-06-28T05:46:12-07:00Yuniarto Wiryo Nugrohoywiryonugroho@gmail.comShabrina Amalia Wardanishabrinaamaliawardani@gmail.com<p>Dalam dinamika hukum, tindak pidana pencucian uang, khususnya di Indonesia, masih merupakan hal yang baru. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), atau yang sering dikenal dengan istilah money laundering, merupakan salah satu kejahatan White Collar Crime yang banyak menarik perhatian dan keprihatinan dunia internasional, termasuk di Indonesia. Hal tersebut lazim adanya mengingat dampak yang diakibatkan oleh aksi TPPU sangatlah luar biasa, yakni selain mengancam stabilitas perekonomian dan integritas sistem keuangan, juga dapat membahayakan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya Tindak Pidana Pencucian Uang dan yang kedua untuk mengetahui pertanggungjawaban terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yang pertama adalah pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian yang mengacu pada norma hukum yang berlaku berupa doktrin dan asas dalam ilmu hukum. Yang kedua, dengan metode deskriptif analitis, yaitu metode penelitian yang dipakai untuk menggambarkan suatu kondisi atau keadaan yang sedang terjadi atau berlangsung yang tujuannya agar dapat memberikan data seteliti mungkin. Hasil dari penelitian ini yaitu faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencucian uang adalah dari Faktor Ekonomi, Faktor Lingkungan, Faktor Pendidikan. Simpulan dari penelitian ini bahwa dalam tindak pidana pencucian uang terdapat unsur menyembunyikan atau menyamarkan sebagai Bestandelen Delicten pada delik Tindak Pidana Pencucian Uang</p>2026-06-30T00:00:00-07:00Copyright (c) 2026 Journal of Education and Researchhttp://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/jedarr/article/view/330STRATEGI UPSKILLING DIGITAL PENGEMUDI OJEK ONLINE DALAM MENGHADAPI ALGORITHMIC MANAGEMENT MELALUI STUDI FENOMENOLOGI SISTEM KEMITRAAN DI SURABAYA2026-06-18T00:37:41-07:00Nur Faridanurfarida.stiepemuda@gmail.comLelli Kisdayantilelli.stiepemuda@gmail.comDevangga Putra Adhitya Pratamadevanggapratama@unesa.ac.idSiti Maslakhatus Sa’adah24080554125@mhs.unesa.ac.id<p>Perkembangan digital yang semakin cepat telah menciptakan sistem perekonomian berbasis <em>gig economy</em>. Di era ekonomi <em>platform</em>, algoritma bertindak sebagai manajer otomatis yang sering kali menciptakan asimetri informasi dan ketegangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika upaya <em>upskilling</em> digital dan respon etis pengemudi ojek <em>online</em> dalam menghadapi sistem kemitraan berbasis manajemen algoritma. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui pendekatan fenomenologi di komunitas pengemudi ojek <em>online</em> di Surabaya, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive serta observasi partisipatif di berbagai pangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemudi melakukan <em>upskilling</em> digital secara informal melalui mekanisme pembelajaran sosial di komunitas guna memahami pola kerja dan logika algoritma yang tertutup. Selain itu, ditemukan bahwa sebagian pengemudi menunjukkan respon etis berupa penyesuaian perilaku kerja, seperti penggunaan strategi tertentu yang dipandang dapat membantu mempertahankan pendapatan ketika menghadapi kondisi kerja yang dipersepsikan kurang sesuai dengan situasi di lapangan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa proses <em>upskilling</em> digital berperan dalam meningkatkan kemampuan adaptasi pengemudi terhadap sistem berbasis algoritma. Hasil ini juga menunjukkan pentingnya transparansi dan kejelasan mekanisme pengelolaan algoritma untuk mendukung hubungan kemitraan yang lebih baik antara platform dan pengemudi.</p>2026-06-30T00:00:00-07:00Copyright (c) 2026 Journal of Education and Research